Blinking Cartoony Heart Girly Doll
Sunday, 20 November 2011
SEBELUMNYA , YUK BACA PLANNING Masa Depan? Part.1 - SPEAK aja duluu..  


Lima hari sudah gue berumur 18 tahun. Tugas Planning Masa Depan cocok banget buat gue memikirkan masa depan. So, inilah Planning gue.

Kayak yang gue udah tulis di Part. 1 bagian akhir, Gue HARUS lulus SI Gunadarma jadi S.Kom dalam waktu PALING LAMA 5 tahun! Kalo emang gue masih berniat di SI, gue mau lanjutin sampe gelar MMSi.


Well, awalnya gue masuk Sistem Informasi Gunadarma, berhubung waktu itu gue gak tau apa-apa, gue pernah berangan-angan kalo aja ada matkul kayak dasar2 Desain Komunikasi Visual komputerisasi, gue pengen nerusin hobi menggambar gue. Kalo engga gue pengen kerja di majalah, koran, iklan atau tv bagian editor atau yang komputer2nya atau kru-nya. Tapi berhubung ternyata prospek utama SI itu ga kesana, gue punya rencana baru yaitu bikin database via internet suatu perusahaan. Gue pengen ngerubah sitem kerja perusahaan serba internet. Jadi ga harus selalu di gedung semua kerjanya, tapi juga bisa di rumah karyawannya masing-masing. Trus perusahaannya sukses nan jaya dan jadi teladan buat persaingan perusahaan masa depan, supaya Indonesia ga terlalu banyak gedung plus hemat lahan, hemat waktu, dll. Yah, pokoknya pengen jadi seseorang yang idenya berguna buat banyak orang lah. Soalnya salah satu impian terbesar gue adalah berguna dan membuat banyak orang bahagia dengan usaha, kerja, ide atau karya gue suatu saat nanti. Yah misalnya Mark Zuckerberg, kan hebat bisa menciptakan Facebook yang bener2 dipakai dan digunakan seluruh belahan bumi. Wow.

Apapun karir gue nanti, kalo banyak tabungan, gue mau ngasih sesuatu yang besar buat orangtua gue. Trus kalo tabungan gue cukup, gue mau jadi anggota dan donatur  peduli lingkungan atau perlindungan makhluk terancam punah , peduli penyandang cacat atau aksi peduli penyakit akut seperti AIDS. Pokoknya yang bersangkutan dengan bakti sosial. Trus gue pengen bikin website kayak majalah online atau taman bacaan online sebagai aksi hemat penggunaan kertas.  

Trus suatu saat nanti, di google (Or something like that. Kali aja kan di masa depan nanti ada yang menciptakan sesuatu yg pinter n disuka daripada Mr.Google, ato mbah google ganti nama. Who Knows?), gue mau jadi slah satu yang kalo di-typing namanya, dicari banyak orang, trus hasil searching nama gue keluar banyak link-link ternama yang menulis / meng-upload tentang gue, tentunya dalam arti seseorang yang dikenal baik, sukses, dan ternama lah pastinyaa... Hehehe

Seperti keinginan setiap orang, kesimpulan dan inti dari cita-cita gue adalah pengen jadi sukses, membahagiakan orang tua, hidup mudah dan serba berkecukupan (bahasa halus dari “pengen jadi orang kaya”.),  panjang umur dan sehat, berguna bagi agama, bangsa negara and the blah blah blahh.. Jujur aja, sebenarnya dalam segi kata itu kuno banget. Tapi memang itulah yang diinginkan oleh hampir setiap orang , termasuk gue. Tapi selain itu, di masa depan gue pengen sukses dan jaya tapi bahagia, enjoy sama karir masa depan gue, juga tetap meluangkan waktu bagi Tuhan, orangtua, keluarga dan teman bahkan lingkungan.

So, buat ngegapai dan mengindahkan planning gue jadi nyata gue akan mulai menabung buat masa depan gue, belajar membenah dan mengintrospeksi diri, belajar merenungkan dan membangun pribadi yang baik, dan gue juga baru mau mulai nulis-nulis blog atau semacamnya buat menuangkan hobi dan ide gue. Supaya suatu saat kalo gue uda tua dan sukses, muda-mudi terutama mahasiswaa bisa liat usaha gue dari nol dan jadi teladan. Dan yang terpenting adalah gue mau mulai berusaha dan berdoa semoga di masa depan gue bisa sukses dan bahagia di dunia serta di akhirat.
(Amiin).
Saturday, 19 November 2011
Soal nulis artikel, pasti di pikiran gue uda macem-macem and bercabang kemana-mana dehhh. Kalo udah kepikiran satu judul, adaaaaa aja tema2 lain yang pengen gue ungkapin di atas tulisan gue. Sekarang gue ada tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar tentang Planning Masa Depan. Ih waww, berat juga nih temanya. Kepikiran inilah, itulah... Well, gue emang termasuk orang yang paling males mikirin “cita-cita”, “planning”, “masa depan” and the blah blah blah. Apalagi kalo udah berkaitan sama jenjang studi... Gak gak gak gakuaat...

Waktu SMA jujur aja, gue rada-rada lola sama pelajaran eksak yang penuh rumus-rumus ini itu yang bikin pusing... Makanya ga heran kalo dulu pas SD n SMP yang tadinya gue rajin belajar, ngerjain tugas, *ehmmm.. aseekk gapake boong loh. belajar bareng temen2 jadi malesnya minta ampun sejak penjurusan IPA di SMA. *gubraaakkk

Sebenernya gue tuh sukanya hal2 yang berbau art, techno dan bahasa.  Kalo music , gue suka nyanyi2 lalalala sok2 ngikutin cengkok2 penyanyi professional, iseng2 belajar keyboard sama gitar dikit2 gitu. Kalo lukis (mungkin lebih tepatnya seni menggambar), gue suka sama gambar komik, liat fotografi, desain atau seni2 fashion (well, gue emang ga modis, tapi gue suka liat karya2 ala fashion.. kyaaaa!!!). Kalo dunia bahasa, gue suka banget belajar bahasa Inggris lewat lirik lagu sama film2 barat. Selain itu, gue suka baca artikel2, novel, cerpen sama merhatiin logat2 bahasa Inggris maupun Indonesia yang bahasanya easy-reading atau easy-listening. Kalo teknologi, gue suka ngotak-ngatik software grafis buat bikin ini itu. Gue juga seneng nge-game sama browsing/surfing internet... hehe

Waktu pemilihan penjurusan, sangking banyaknya hobi, gue bingung mau masuk mana. Sebelum UAN, kira2 bulan January kemarin gue ikut UMB PTS dan milih Universitas Gunadarma. Gue ambil jurusan Akuntansi sama Sistem Informasi. Padahal waktu itu gue ga ngerti apa itu SI. Tapi gue pikir SI itu kayak IT. Trus dari pengalaman kerja bokap n kaka gue, katanya lulusan IT tuh lagi di cari dimana-mana. Berapa minggu kemudian, ada pemberitahuan kalo ternyata gue lulus tes masuknya. Jujur ya, awalnya sih Cuma buat cadangan aja. Soalnya waktu itu gue pengen banget masuk PTN kayak kakak perempuan gue, Kak Angel. Sejak awal kelas 3 sampe UAN, gue ikut bimbel. Pas UAN lewat, ternyata gue uda terdaftar belajar intensif  di tempat bimbel gue. Karna Kak Angel lulusan Ilmu Komunikasi Unpad dan gue udah liat tugas2 di laptopnya yang keliatannya seru, waktu itu gue tertarik ikut jejak kakak gue. Nah, mulailah gue belajar pelajaran IPS, try out, ikut2 Simulasi Try out, dll. Sayangnya gue ga lulus SNMPTN. Apa daya hati ingin memeluk gunung... haiiyaahh sadaap.. Emang  uda jodoh masuk SI Gundar... 

Semoga aja gue ga leha-leha males kayak SMA lagi, trus lulus berijazah dan dpt gelar S.KOM PALING LAMA 5 TAHUN kalo bisa lanjutin MMSi. AMIINN... Alamak kenapa jadi curhat tentang hobi gini sih.. Well, ayo mulai menghayal tentang Planning Masa Depannya!!! 

Saturday, 5 November 2011
PROGRAM & PEMROGRAMAN
Program merupakan himpunan atau kumpulan instruksi yang dibuat oleh programmer atau suatu executable dari suatu software.


Pemrograman adalah suatu kumpulan urutan perintah ke komputer untuk mengerjakan sesuatu, dimana instruksi tersebut menggunakan bahasa yang dimengerti oleh komputer atau yang dikenal dengan bahasa pemrograman.


Bahasa Pemrograman merupakan prosedur atau tata cara penulisan program. Pada bahasa pemrograman terdapat dua factor penting, yaitu sintaks dan semantik.


Fungsi Bahasa Pemrograman adalah sebagai media untuk menyusun dan memahami serta sebagai alat komunikasi antara pemrogram dengan komputer.


Secara umum terdapat 4 kelompok Bahasa Pemrograman, yaitu :
  1. Object Oriented Language (Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C)
  2. High Level Language (seperti Pascal dan Basic)
  3. Middle Level Language (seperti bahasa C), dan
  4. Low Level Language (seperti bahasa Assembly)


Tipe Pemrograman ada 7 macam, yaitu :
  1. Pemrograman Prosedural : 
    • Algoritma berisi urutan langkah-langkah penyelesaian masalah. Ini berarti algoritma adalah proses yang prosedural.
    • Definisi prosedural adalah :
      1. Tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas
      2. Metode langkah demi langkah secara eksak dalam memecahkan suatu masalah.
    • Bahasa tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran dan C mendukung kegiatan pemrograman prosedural, karena itu mereka dinamakan juga bahasa prosedural.
  2. Pemrograman Terstruktur
    • Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. 
    • Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur.
    • Contoh bahasa pemrograman terstruktur : Pascal, Cobol, RPG, ADA, C.
  3. Pemrograman Modular
    • Dalam pemrograman modular, program dipecah-pecah ke dalam modul-modul, dimana setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal. Dengan membagi masalah ke dalam modul-modul, maka masalah akan menjadi sederhana sehingga program dapat lebih mudah disusun dan dipahami.
    • Pemrograman modular diterapkan dengan menggunakan sub-routine, yaitu sebuah kumpulan perintah yang melakukan tugas pemrosesan yang terbatas.
    • Pemrograman ini banyak dimanfaatkan oleh Bahasa Pemrograman Berbasis Obyek.
  4. Pemrograman Fungsional
    1. Disebut bahasa pemrograman fungsional karena memang pada program seluruh kodenya berupa fungsi-fungsi. 
    2. Bahasa pemrograman fungsional merupakan salah satu bahasa pemrograman yang memperlakukan proses komputasi sebagai evaluasi fungsi-fungsi matematika.
    3. Contoh : Lisp, Scheme, ML, Haskell.
  5. Pemrograman Berorientasi Obyek
    • Obyek : elemen yang memiliki fungsi, metode, karakteristik tertentu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata.
    • Class : kumpulan obyek-obyek yang memiliki kesamaan karakteristik.
    • Merupakan bahasa pemrograman yang mampu memanfaatkan obyek-obyek yang tersedia atau membuat suatu obyek tertentu dengan menggunakan bahasa pemrograman.
    • Mampu merefleksikan kebutuhan-kebutuhan user sebagaimana layaknya yang ada di dunia nyata
    • Relatif lebih fleksibel dan mudahdiadaptasikan terhadap perubahan suatu program
    • Memiliki feature yang memperkuat dan meningkatkan fleksibilitas suatu obyek dengan adanya class, instance, encapsulation, inheritance, reusability, dan polymorphism.
    • Contoh : C++, SmallTalks, Java.
  6. Pemrograman Visual
    • Penggunaan ekspresi visual (seperti grafik, gambar, atau ikon) dalam proses pemrograman
    • Mengacu pada aktivitas yang memungkinkan pengguna untuk membuat program dalam dua (atau lebih) dimensi
  7. Pemrograman Even-Driven
    • Menggunakan konsep “jika sebuah aksi/perintah dilakukan terhadap sebuah obyek, apa yang akan terjadi/dilakukan oleh obyek tersebut selanjutnya”.
    • Sangat fleksibel dalam pembuatan koding program, karena sudah mengunakan konsep OOP dimana pemrograman dapat dimulai dari obyek yang diinginkan tanpa harus terurut. Biasanya meruapakan jenis bahasa pemrograman visual.
    • Contoh : Visual Basic, Visual C++, Delphi.
DATA
Data : bahan mentah yang akan diolah menjadi informasi sehingga dapat
digunakan oleh user atau pemakai.

Tipe data yang biasa digunakan adalah :
  1. Tipe Data Dasar : merupakan tipe data primitif yang tidak terstruktur yang didefinisikan  oleh bahasa pemrograman.Tipe data dasar dibagi menjadi lima bagian, yaitu :
    1. Tipe Data Numerik : setiap bahasa pemrograman dapat dipastikan ada tipe data numerik yaitu untuk menyimpan data berupa angka.
      1. Integer : merupakan bilangan bulat positif dan negatif
      2.  Real : merupakan bilangan desimal atau mantissa
      3. Subrange : merupakan sebuah subtype dari tipe data integer dan terdiri dari urutan nilai-nilai integer dalam range yang terbatas
      4. Fixed-point real : bilangan ini direpresentasikan dengan urutan digit yang mempunyai panjang tetap dengan titik desimal diposisikan di tempat yang diberikan antara dua digit
    2. Enumerasi : adalah suatu urutan list dari nilai-nilai yang berbeda.
    3. Boolean : tipe data untuk merepresentasikan dalam penyeleksian kondisi).
    4. Character : berupa sebuah karakter yang ditulis diantara tanda petik tunggal atau ganda ("atau") tergantung dari bahasa pemrograman yang digunakan.
    5. String : urutan-urutan dari karakter yang terletak diantara tanda petik tunggal atau ganda ("atau") tergantung dari bahasa pemrograman yang digunakan.
    6. Internationalization : disebut I 18N
  2. Tipe Data Terstruktur : merupakan tipe data campuran dari berbagai tipe data dasar, contohnya : array, record, string, list dan file.
  3. Tipe data didefinisikan oleh pemakai : tipe data ini biasa disebut Enumerasi
  4. Tipe Data Penunjuk : contoh tipe data penunjuk adalah pointer

MODEL KOMPUTASI
Ada tiga model dasar komputasional-- fungsional, logika, dan imperatif. Sebagai tambahan terhadap satuan nilai-nilai dan operasi yang berhubungan, masing-masing model komputasional mempunyai satu set operasi yang digunakan untuk menggambarkan komputasi.
  1. Model Fungsional : terdiri dari satu set nilai-nilai, fungsi-fungsi dan operasi aplikasi fungsi dan komposisi fungsi. Fungsi dapat mengambil fungsi lain sebagai argumentasi dan mengembalikan fungsi sebagai hasil (higher-order function). Suatu program adalah koleksi definisi fungsi-fungsi dan suatu komputasi adalah aplikasi fungsi.
  2. Model Logika : terdiri dari satu set nilai-nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis. Program terdiri dari definisi hubungan dan suatu komputasi adalah suatu bukti(suatu urutan kesimpulan).

  • Model Imperatif : terdiri dari satu set nilai-nilai yang mencakup suatu keadaan dan operasi tugas untuk memodifikasi pernyataan. Pernyataan adalah set pasangan nilai-nama dari konstanta dan variabel. Program terdiri dari urutan tugas dan suatu komputasi terdiri dari urutan pernyataan.
PRINSIP-PRINSIP
Prinsip pemilihan bahasa pemrograman
  • Memiliki sintaks yang jelas
  • Memiliki semantik yang jelas
  • Semantic (arti) dari setiap statement programjelas.
  • Precedence operator dlm expresi mudah dimengerti
  • Modular dan Information hiding
  • Model Integrasi sub-modul yang dapat di-link oleh beberapa sub-modul lain secara independent. Setiap sub-modul yg di-link tsb menjadikan suatu model abstraksi utk information hiding
  • Abstraksi: Tersedia fasilitas untuk mendefinisikan tipe data baru sbg abstraksi data, maupun abstraksi algoritma.
  • Orthogonal : Hanya ada satu cara dalam mengekspresikan suatu action, tidak bergantung tehadap komponen lain (tipe data composite dan return function sesuai tipe data yg diinginkan)
  • Portability: Dapat diinstal proses kompilasi pada beberapa jenis mesin dan OS.
  • Structure: Control flow, Name scope (bagaimana menggunakan referensi variable) -> pointer, Typing (static, dynamic)
  • Compiler dapat mendeteksi error melalui check yang konsisten. Kesalah yg umum seperti pemberian nama alias untuk suatu variable -> tidak konsisten; type-checking;
  • Efisiensi: Warning untuk variable yg tidak digunakan tp sudah dideklarasikan
  • Seragam dalam penggunaan statement
  • Dapat mengantisipasi kondisi exception
  • Mampu menangani proses yg concurrent (bersamaan) -> multithread, parallel processing
Prinsip Kelengkapan Komputasional : Model komputasional untuk tujuan umum suatu bahasa pemrograman harus universal.

Prinsip Implementasi : Implementasi harus efisien dalam penggunaan waktu dan ruangnya. Prinsip Memprogram harus ditulis dalam suatu bahasa yang mencerminkan daerah masalah.

Prinsip Desain Bahasa pemrograman : Suatu bahasa program harus dirancang untuk memudahkan agar dapat dibaca dan ditulis untuk para pemakai manusianya dan pelaksanaan efisien pada perangkat
keras yang tersedia. Keadaan dapat dibaca dan ditulis dimudahkan oleh prinsip yang berikut.

Prinsip Kesederhanaan : Bahasa harus didasarkan atas yang paling sedikit

Prinsip Orthogonal : Fungsi mandiri harus dikendalikan oleh mekanisme mandiri.

Prinsip Keteraturan : Satu set object disebut reguler berkenaan dengan kondisi beberapa jika, dan hanya
jika, kondisi dapat digunakan untuk masing-masing unsur set.

Prinsip Sifat Ekstensibilitas(dapat diperpanjang): Object baru dari tiap kelas sintaktis mungkin dibangun (digambarkan) dari dasar dan digambarkan membangun dengan suatu cara sistematis. Prinsip keteraturan dan ekstensibilitas memerlukan konsep dasar bahasa harus diterapkan secara konsisten dan yang bersifat universal.
Friday, 28 October 2011
A. Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap kemiskinan
Indonesia merupakan sebuah Negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan kecil dengan luas tabah kira-kira 2 juta km² dan jumlah penduduk yang ke empat terpadat di dunia setelah China, India,dan Amerika.
Sebagaimana diketahui perubahan angka pertumbuhan penduduk disebabkan oleh unsur-unsur :
1. Fertilitas
2. Mortalitas
3. Migrasi
Fertilitas atau kelahiran merupakan salah satu faktor penambah jumlah penduduk disamping migrasi,jumlah kelahiran setiap tahun di Indonesia masih besar, jumlah bayi yang lahir setelah tahun 2000 masih tetap banyak jumlahnya tiap-tiap tahun jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta bayi
Mortalitas atau kematian merupakan salah satu dari 3 faktor demogarafis selain fertilitas dan migrasi, yang dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk, factor social ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gizi dan kesehatan lingkungan, serta kemiskinan merupakan factor individu dan keluarga mempengaruhi mortalitas dalam masyarakat.
Migrasi adalah merupakan gerak perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dengan tujuan untuk menetap di daerah tujuan, migrasi sering diartikan sebagai perpindahan yang relative permanen dari suatu daerah ke daerah lainnya (orangnya disebut migran).
Pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah, dan sempitnya kesempatan kerja merupakan akar permasalahan kemiskinan. Jadi aspek demografis mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan yang dihadapi di Indonesia pada saat ini. Daerah miskin sering ditinggalkan penduduknya untuk bermigrasi ke tempat lain dengan alasan mencari kerja.
Banyak ide dan teori yang sudah dipaparkan cendekiawan-cendekiawan terdahulu mengenai hubungan antara pertumbuhan penduduk dan kemiskinan. Salah satunya adalah Malthus. Malthus meyakini jika pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan maka suatu saat nanti sumber daya alam akan habis. Sehingga muncul wabah penyakit, kelaparan, dan berbagai macam penderitaan manusia.
Philip Hauser menganggap kemiskinan tercipta dari tidak optimalnya tenaga kerja dalam bekerja dikarenakan adanya ketidakcocokan antara pendidikan dan pekerjaan yang ditekuni. Hal ini disebabkan oleh tingginya jumlah penduduk yang masuk ke pasar kerja sehingga memaksa pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan secepat-cepatnya walaupun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya akibat ketatnya persaingan dalam mencari kerja.
Kedua pemaparan ahli tersebut bermuara ke satu arah yakni jumlah penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin. Sampai-sampai ada idiom yang menyebutkan bahwa ''tidak ada yang bertambah dari keluarga miskin kecuali anak''.
Selain meningkatkan beban tanggungan keluarga, anak yang tinggal di keluarga miskin sangat terancam kondisi kesehatannya akibat buruknya kondisi lingkungan tempat tinggal dan ketidakmampuan keluarga untuk mengakses sarana kesehatan jika anak mengalami sakit. Hal yang sama juga dialami ibu hamil dari keluarga miskin. Buruknya gizi yang diperoleh semasa kehamilan memperbesar resiko bayi yang dilahirkan tidak lahir normal maupun ancaman kematian ibu saat persalinan. Maka dari itu infant mortality rate (tingkat kematian bayi) dan maternal mortality rate (tingkat kematian ibu) di golongan keluarga miskin cukup besar. Tingkat kematian merupakan indikator baik atau buruknya layanan kesehatan di suatu negara. Tingkat kematian penduduk di negara berkembang, termasuk Indonesia, masih didominasi golongan penduduk miskin.
Masalah migrasi juga memicu pertambahan penduduk secara regional. Salah satu contohnya adalah kasus Pulau Jawa. Pulau Jawa luasnya hanya 7 persen dari total luas wilayah nasional namun penduduk yang berdiam di Jawa adalah 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Kesenjangan antar pulau ini menyebabkan munculnya kemiskinan baik di pulau-pulau luar yang tidak berkembang maupun di Pulau Jawa sebagai akibat ketidakmampuan mayoritas penduduk mendatang maupun lokal yang kalah bersaing dalam mendapatkan penghidupan yang layak.
Kesimpulannya adalah bahwa pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk Lainnya:
  • Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang
  • semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll
  • Angka pengangguran meningkat
  • Angka kesehatan masyarakat menurun
  • Angka kemiskinan meningkat
  • Pembangunan daerah semakin dituntut banyak
  • Ketersediaan pangan sulit
  • Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit
  • Angka kecukupan gizi memburuk
  • Muncul wanah penyakit baru
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
  1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
  2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan. Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
  3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
    Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
  4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
    Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :
  1. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
  2. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
Pengertian Penduduk:

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Pengertian Budaya:

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Pengertian Masalah Sosial/Penduduk:

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
  1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
  2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
  3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
  4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

Hubungan Masyarakat dan Kebudayaan

Kebudayaan itu memiliki sifat kompleks, banyak seluk beluknya dan merupakan totalitas, merupakan keseluruhan meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum dan lain-lain yang diperoleh manusia di dalam masyarakat. Sehingga dapat diketahui bahwa pencipta kebudayaan adalah manusia. Sedangkan fokus kebudayaan adalah masyarakat.

Sesuai penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa antara masyarakat dan kebudayaan memiliki hubungan yang sangat erat. Di dalam masyarakat, kebudayaan itu di satu pihak dipengaruhi oleh anggota masyarakat, tetapi di lain pihak anggota masyarakat itu dipengaruhi oleh kebudayaan, misalnya orang Eropa yang beriklim dingin, terpaksa harus membuat pakaian tebal

Di daerah yang banyak kayu mengharuskan masyarakat untuk membuat rumah dari kayu dan sebagainya. Jika dilihat dari sudut skematik kebudayaan, kebudayaan itu merupakan hasil dari suatu adat dan tradisi yang memiliki aturan-aturan mengikat, yang diciptakan oleh beberapa kumpulan individu sebagai warisan kebudayaan karena faktor tempat tinggal yang mana hasil dari kebudayaan tersebut dengan sengaja atau tidak, sesungguhnya ada dalam masyarakat. Dengan hasil budaya itu, manusia kemudian memiliki kehidupan dan pola kehidupan ini pula dapatlah mempengaruhi cara berpikir dan gerak sosial, contohnya: kehidupan umat Islam di Jawa Tengah dengan Sumatra Barat berlain-lain, sebab pola kehidupan mereka juga lain. Hal ini disebabkan adanya pengaruh kultur (kebudayaan) di daerah itu.

Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut.

Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini kegiatan bercocok tanam (bertani) menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia dan dengan demi kian Indonesia di sebut dengan negara agraris, karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

UNIVERSITAS GUNADARMA

CLOCK

Cute Rocking Baby Monkey

MY PROFILE

Powered by Blogger.

CALENDAR