Sunday, 21 October 2012
Berbicara tentang organisasi merupakan topik yang cukup luas. Kemarin telah kita bahas tentang manajemen dan tata kerja dalam organisasi, ciri-ciri organisasi, unsur-unsur, serta teori seputar organisasi. Ada banyak macam-macam dari organisasi. Berdasarkan tujuannya, macam-macam organisasi dibagi menjadi Organisasi Niaga, Organisasi Sosial serta Organisasi Regional dan Internasional. Berikut adalah pembahasan lebih lanjut dari macammacam organisasi berdasarkan tujuannya.
1. Organisasi Niaga
Organisasi
niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.
Dilihat dari pengertiannya pun organisasi niaga dibentuk untuk
menghasilkan suatu tujuan untuk mendapatkan sebuah keuntungan terutama
dalam bidang niaga itu sendiri. Organisasi ini dipengaruhi oleh
pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Dengan perkembangan tersebut
organisasipun mengalami perkembangan. Adapun macam-macam organisasi
niaga, antara lain:
- Perseroan Terbatas (PT)
- Perusahaan Terbatas (PT) atau yang dulu disebut Naamloe Vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat di-perjuabelikan, perubahan kepemilikan perusahan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.
- Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan maka keuntungan tersebut dibagi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
- Kelebihan Organisasi Niaga (PT)
- Memiliki sumber dana yang lebih besar.
- Masa hidup abadi.
- Manajemen dan spesialisasi memungkinkan pengelolaan modal yang efisien
- Kewajiban terbatas.
- Ukuran yang besar.
- Jangka waktu hidup lebih lama.
- Kepemilikan mudah berpindah.
- Manajeman profesional.
- Kemudahan untuk menarik karyawan yang berpotensi.
- Kekurangan Organisasi Niaga (PT)
- Biaya pendirian mahal.
- Kerumitan perizinan dan organisasi.
- Hubungan antar perorangan juga lebih formal dan terkesan kaku.
- Kesulitan kontrol.
- Administrasi yan rumit.
- Pengenaan pajak berganda.
- Perseroan Terbatas ada tiga macam, yaitu:
- Perseroan Terbatas (PT) Terbuka; mejual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal atau go public. Jadi sahamnya ditawarkan kepada umum, diperjualbelikan melalui bursa saham dan setiap orang berhak untuk membeli saham perusahaan tersebut.
- Perseroan Terbatas (PT) Tertutup; modalnya berasal dari kalangan tertentu. Misalnya pemegang sahamnya hanya dari kerabat atau keluarga atau kalangan terbatas saja dan tidak dijual untuk umum.
- Perseroan Terbatas (PT) Kosong; sudah ada izin lainnya tapi tidak ada kegiatannya.
- Perseroan Komanditer (CV)
- Persekutuan Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang memiliki tujuan bersama untuk mendirikan usaha serta mempercayakan uang/barang kepada seorang/beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.
- Keanggotaannya dibagi menjadi dua pihak, yakni:
- Sebagian pihak (anggota Aktif) memiliki keterlibatan yang tinggi dalam memimpin dan mengelola usaha, serta bertanggung jawab penuh atas kewajiban usaha sampai pada harta pribadi, atau disebut partner umum.
- Pihak yang lain (anggota Pasif) hanya bertanggung jawab sebatas menanam modal yang diikut sertakan dalam usaha, atau disebut partner terbatas.
- Bentuk CV dibagi menjadi tiga, yaitu:
- CV Murni; hanya terdapat satu sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.
- CV Campuran; terbentuk dari suatu firma yang membutuhkan tambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu komanditer.
- CV Bersaham; CV yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan. Sekutu komplementer maupun komanditer mengambil satu saham atau lebih.
- Kelebihan Organisasi Niaga (CV):
- Pendiriannya relatif lebih mudah.
- Kemampuan manajeman lebih baik dibanding badan usaha perseorangan.
- Memiliki modal yang lebih besar dan mudah memperoleh kredit.
- Kekurangan Organisasi Niaga (CV):
- Kelangsungan hidup tidak menentu.
- Sulit untuk menarik kembali modal yang sudah ditanamkan.
- Sebagian anggota mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas.
- Firma (FA)
- Fa (firma) merupakan suatu organisasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan satu bisnis yang modalnya dari hasil bersama dan jika ada kerugiaan maka yang bertanggung jawab adalah tanggung jawab bersama. Meski terdapat pemisahan antara harta usaha dan harta pribadi, namun angota firma mempunyai keharusan melunasi kewajiban usaha sampai pada harta pribadinya.
- Firma mempunyai ketentuan, yaitu :
- Setiap anggota berhak menjadi pemimpin.
- Seorang anggota tidak boleh memasukkan orang lain untuk menjadi anggota tanpa persetujuan dari anggota lain.
- Keanggotaan tidak dapat dipindah tangankan kepada orang lain selama anggota tersebut masih hidup.
- Apabila kekayaan perusahaan tidak cukup untuk menutup kewajiban usaha, maka kekayaan pribadi anggota menjadi jaminan.
- Kelebihan Organisasi Niaga (Firma) :
- Terdapat pembagian kerja Diantara para anggota sehingga kemampuan manajemennya lebih baik.
- Pendiriannya relatif lebih mudah karena tanpa akte pendirian.
- Kebutuhan modal dapat tercukupi karena menghimpun dana dari beberapa orang. Ada kemudahan memperoleh kredit karena mempunyai kemampuan finansial yang besar.
- Kekurangan Organisasi Niaga (Firma) :
- Tanggung jawab pemilik tidak terbatas dan kepemilikan pribadi menjadi jaminan bagi kewajiban perusahaan.
- Kerugian yang disebabkan seorang anggota harus ditanggung bersama oleh anggota lain.
- Kelangsungan perusahaan tidak menentu. Jika salah seorang anggota membatalkan perjanjian, maka Firma menjadi bubar.
- Koperasi
- Koperasi adalah suatu jenis badan usaha ekonomi rakyat yang berwatak sosial, yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya (UUD 1945 pasal 33 ayat 1).
- Jenis-jenis koperasi antara lain:
- Koperasi simpan pinjam; yaitu koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.
- Koperasi konsumen; yaitu koperasi yang beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatan jual beli barang konsumen.
- Koperasi produsen; yaitu koperasi yang beranggotakan para pengusaha UKM dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
- Koperasi pemasaran; yaitu koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk atau jasa koperasi anggotanya.
- Koperasi jasa; yaitu koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.
- Para anggota diwajibkan untuk membayar simpanan pokok maupun simpanan wajib yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).
- Koperasi bukan organisasi kumpulan modal. Keuangan koperasi diperoleh dari simpanan anggota , pinjaman/kredit, sisa hasil usaha, atau modal ventura.
- Menurut jenis usahanya koperasi dapat berupa: koperasi produksi, koperasi konsumsi, dan koperasi kredit. Berdasarkan tingkatannya, koperasi dibedakan menjadi kopersi primer, koperasi pusat, gabungan koperasi, dan induk koperasi.
- Join Ventura atau Perusahaan Patungan
- Joint Ventura atau Perusahaan Patungan merupakan suatu kerjasama antar beberapa perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan ekonomi yang lebih padat. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.
- Ciri utamanya adalah :
- Kerjasama dua pihak atau lebih
- Ada modal
- Surat perjanjian
- Joint venture bisa disebut sebagai aliansi strategis (strategic aliances) dan mungkin dilakukan oleh perusahaan besar serta dapat menjadi strategi yang efektif dengan memanfaatkan kelebihan yang dimiliki partner. Kegiatan yang dilakukan oleh salah seorang partner masih tetap mengikat partner yang lain. Selanjutnya, kewajiban semua pihak dalam joint venture sama seperti kewajiban dalam partnership. Oleh karena itu, joint venture dapat dimasukkan dalam jenis partnership.
- Dalam joint venture biasanya melibatkan orang lain, maka perlu diperhatikan dan diteliti apakah pihak yang akan diajak kerjasama tersebut adalah pihak yang bisa dipertanggungjawabkan.
- Trust
- Trust adalah penggabungan dua unit usaha menjadi satu dan masing-masing unit usaha kehilangan identitasnya yang sengaja dibentuk untuk menghindari kerugian-kerugian dan meningkatkan keuntungan. .
- Beberapa perusahaan yang telah melebur akan melahirkan perusahaan baru yang lebih besar. Seluruh kekayaan perusahaan lama dipindahkan keperusahaan baru. Trust dapat mengeluarkan saham atau obligasi. Tanggung jawab pemilik saham hanya sebatas modal yang ditanamkan.
- Contoh organisasi trust di Indonesia adalah terbentuknya Bank Mandiri yang merupakan gabungan dari Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim dan Bank Pembangunan Indonesia.
- Kartel
- Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi. Kartel merupakan persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kartel identitas masing-masing perusahaan masih utuh dan tetap berdiri sendiri.
- Kartel (cartel) adalah kerja sama dari produsen-produsen produk tertentu yang bertujuan untuk mengawasi produksi, penjualan, dan harga serta untuk melakukan monopoli terhadap komoditas atau industri tertentu.
- Sementara itu Anton Muliono dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan kartel sebagai “Organisasi perusahaan-perusahaan besar" (negara dan sebagainya) yang memproduksi barang-barang sejenis. Persetujuan sekelompok perusahaan dengan maksud mengendalikan harga komoditi tertentu
- Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal.
- Berdasarkan definisi ini, satu entitas bisnis tunggal yang memegang monopoli tidak dapat dianggap sebagai suatu kartel, walaupun dapat dianggap bersalah jika menyalahgunakan monopoli yang dimilikinya. Kartel biasanya timbul dalam kondisi oligopoli, dimana terdapat sejumlah kecil penjual.
- Bentuk-bentuk kartel adalah :
- Kartel daerah (pembagian daerah pemasaran)
- Kartel produksi (penentuan luas produksi)
- Kartel kondisi (pengaturan syarat-syarat penjualan, penyerahan barang, pemberian diskon, dan sebagainya)
- Kartel pembagian laba (penentuan cara pembagian dan besarnya laba)
- Kartel harga (penentuan harga minimal)
- Perusahaan Induk (Holding Company)
- Perusahaan induk (holding company) adalah perusahaan yang menjadi perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan ekonomis (penggabungan badan usaha atau External Business Expansion). Melalui pengelompokan perusahaan ke dalam induk perusahaan, dimungkinkan terjadinya peningkatan atau penciptaan nilai pasar perusahaan (market value creation), pengembangan usaha dimasa yang akan datang dalam rangka mempersiapkan perusahaan dalam posisi yang berdaya saing yang kuat, serta pengabungan sumber-sumber ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan lainnya.
- Ciri / unsur :
- Secara ekonomi ada kesatuan
- Secara yuridis jumlah jamak
- Faktor Penentu :
- Pemilikan Saham
- Perjanjian
- Faktor Faktual
- Holding Company berfungsi sebagai perusahaan induk yang berperan merencanakan, mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, mengembangkan, serta mengendalikan dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, termasuk anak perusahaan dan juga afiliasi-afiliasinya.
- Penggabungan badan usaha dalam bentuk Holding Company pada umumnya merupakan cara yang dianggap lebih menguntungkan, dibanding dengan cara memperluas perusahaan dengan cara ekpansi investasi.
- Sumber pendapatan utama bagi Holding Company adalah pendapatan deviden dari saham-saham yang dimilikinya. Akan tetapi suatu holding company bisa saja mempunyai usaha sendiri disamping memiliki saham di beberapa perusahaan lainnya, atau biasa disebut dengan “Operating Holding Company”.
2. Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Para ilmuan sosial hingga saat ini masih berdiskusi tentang penggunaan
istilah yang berhubungan dengan ”seperangkat aturan/norma yang berfungsi untuk
anggota masyarakatnya”. Istilah untuk menyebutkan seperangkat aturan/ norma
yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya itu, terdapat dua istilah yang
digunakan, yaitu ”social institution” dan ”lembaga kemasyarakatan”. Mana
yang benar? Tentu semuanya tidak ada yang salah, semuanya benar. Hanya saja ada
perbedaan penekanannya. Mereka yang menggunakan istilah ”social
institution” pada umumnya adalah para antropolog, dengan menekankan sistem
nilai-nya. Sedangkan pada sosiolog, pada umumnya menggunakan istilah lembaga
kemasyarakatan atau yang dikenal dengan istilah lembaga sosial, dengan
menekankan sistem norma yang memiliki bentuk dan sekaligus abstrak. Pada
tulisan ini, akan digunakan istilah lembaga sosial dengan tujuan untuk
mempermudah tingkat pemahaman dan sekaligus merujuk pada kurikulum sosiologi
yang berlaku saat ini.
Pada awalnya lembaga sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakatan. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan , kemudian timbul aturan-aturan yang disebut dengan norma kemasyarakatan. Lembaga sosial sering juga dikatakan sebagai sebagai pranata sosial.
Suatu norma tertentu dikatakan telah melembaga apabila norma tersebut :
- Diketahui
- Dipahami dan dimengerti
- Ditaati
- Dihargai
Lembaga
sosial merupakan tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur
hubungan antar manusia dalam sebuah wadah yang disebut dengan asosiasi.
Lembaga dengan asosiasi memiliki hubungan yang sangat erat. Namun
memiliki pengartian yang berbeda. Lembaga yangg tidak mempunyai anggota
tetap mempunyai pengikut dalam suatu kelompok yang disebut asosiasi.
Asosiasi merupakan perwujudan dari lembaga sosial. Asosiasi memiliki
seperangkat aturan, tatatertib, anggota dan tujuan yang jelas. Dengan
kata lain asosiasi memiliki wujud kongkret, sementara lembaga
berwujud abstrak. Istilah lembaga sosial oleh Soerjono Soekanto disebut
juga lembaga kemasyarakatan. Istilah lembaga kemasyarakatan merupakan
istilah asing social institution.
Akan tetapi, ada yang mempergunakan istilah pranata sosial untuk menerjemahkan social institution. Hal ini dikarenakan social institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku para anggota masyarakat. Sebagaimana Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Istilah lain adalah bangunan sosial, terjemahan dari kata sozialegebilde (bahasa Jerman) yang menggambarkan bentuk dan susunan institusi tersebut.
Akan tetapi, ada yang mempergunakan istilah pranata sosial untuk menerjemahkan social institution. Hal ini dikarenakan social institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku para anggota masyarakat. Sebagaimana Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Istilah lain adalah bangunan sosial, terjemahan dari kata sozialegebilde (bahasa Jerman) yang menggambarkan bentuk dan susunan institusi tersebut.
Dengan
demikian, lembaga sosial merupakan serangkaian tata cara dan prosedur
yang dibuat untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam kehidupan
bermasyarakat. Oleh karena itu, lembaga sosial terdapat dalam setiap
masyarakat baik masyarakat sederhana maupun masyarakat modern. Hal ini
disebabkan setiap masyarakat menginginkan keteraturan hidup.
Organisasi kemasyarakatan dapat dibentuk melalui berbagai macam jalur, antara lain :
- Jalur keagamaan, misalnya :
- Majelis Ulama Indonesia (MUI)
- Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
- Dewan Gereja – gereja Indonesia (DGI), dan sebagainya.
- Jalur Profesi, misalnya :
- Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
- Persatuan Sarjana Hukum Indonesia (Persahi), dan sebagainya,
- Jalur Kepemudaan, misalnya :
- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
- Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI)
- Jalur Kemahasiswaan, misalnya :
- Persatuan mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI)
- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan sebagainya
- Jalur Kepartaian dan Kekaryaan, misalnya :
- Partai Persatuan Pembangunan (PPP),
- Partai Demokrasi Indonesia (PDI),
- Partai Golongan Karya (Golkar), dan sebagainya.
3. Organisasi RegionalOrganisasi regional mempunyai wilayah kegiatannya bersifat regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja. Berikut ini merupakan contoh dari organisasi regional :
- APEC : Asia Pasific Economic Cooperation ( organisasi kerja samaa negara-negara kawasan Asia Pasifik di bidang ekonomi )
- EEC : Europe Economic Community ( Masyarakat Ekonomi Eropa ) kawasan Eropa
- ASEAN : Association of South East Asian Nation.
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November
4. Organisasi Internasional
Organisasi internasional adalah suatu bentuk organisasi dari gabungan
beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama
mencapai persetujuan yang juga merupakan isi dari perjanjian atau charter.
Contoh organisasi-organisasi internasional adalah :
Contoh organisasi-organisasi internasional adalah :
- PBB
- Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB (United Nations atau UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington DC, namun sidang umum yang pertama dihadiri wakil dari 51 negara dan baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House, London).
- Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB. Sejak didirikan di San Fransisco pada 24 Oktober 1945, sedikitnya 192 negara menjadi anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing, selain Vatikan dan Takhta Suci serta Republik Cina (Taiwan) yang tergabung dalam wilayah Cina pada 1971. Hingga tahun 2007 sudah ada 192 negara anggota PBB. Sekretaris Jendral PBB saat ini adalah Ban Ki-Moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari 2007.
- NATO
- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation atau NATO) adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang lain adalah dalam bahasa perancis : l’Organisation du Traité de l’Atlantique Nord (OTAN).
KESIMPULAN
- Terdapat berbagai macam organisasi, tergantung dari segi memandangnya. Macam-macam organisasi dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu dari jumlah puncak pimpinan, segi keresmian, segi tujuan, segi luas wilayah, segi sosial, dan segi bentuk.
- Macam-macam organisasi dari segi tujuan yang hendak dicapai dibedakan menjadi organisasi niaga/usaha bisnis (Seperti: PT, CV, FA, Koperasi, Kartel, Join Ventura, Trust, Holding Company ) dan organisasi sosial atau organisasi kemasyarakatan.
- Sedangkan organisasi regional dan internasional adalah macam organisasi menurut luas wilayah
Referensi:
Sunday, 14 October 2012
Sebelumnya kita telah membahas sebuah ulasan tentang pengertian organisasi, manajemen dan tata kerja serta masing-masing hubungan timbal baliknya. Seperti yang kita telah kita pelajari kemarin, organisasi merupakan suatu perkumpulan atau wadah yang terdiri dari lebih dari satu orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Setelah mempelajari definisi organisasi, kini kita akan membahas ciri-ciri dari organisasi serta membahas unsur serta teori-teori seputar organisasi.
CIRI-CIRI ORGANISASI
Dilihat dari pandangan pada umumnya ciri-ciri organisasi, diantaranya adalah:
- Adanya komponen (atasan dan bawahan).
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Terdapat tujuan yang hendak dicapai bersama.
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
- Masing-masing orang memberikan kontribusi berupa pemikiran, tenaga, dsb.
- Terdapat kewenangan, koordinasi dan pengawasan.
- Terdapat kegiatan yang berbeda-beda tapi saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan.
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Formalitas; merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
- Hierarki; merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
- Besarnya dan Kompleksnya; dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
- Lamanya (duration); menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Organisasi telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam dunia modern ini.
Ciri-ciri organisasi modern adalah :
- Organisasi bertambah besar
- Pengolahan data semakin cepat
- Penggunaan staff lebih intensif
- Kecenderungan spesialisasi
- Memiliki prinsip-prinsip organisasi
- Memiliki unsur-unsur organisasi yang lebih lengkap
Adapula ciri-ciri organisasi yang baik (Sondang P. Siagian), yakni:
- Tujuan organisasi harus jelas, tanpa adanya tujuan yang jelas pelaksanaan tugas tidak akan mempunyai arah.
- Tujuan organisasi harus dipahami dipahami oleh seluruh anggota, apabila tujuan organisasi tidak atau kurang dapat diterima anggota, rasa keterikatan anggota akan hilang sehingga anggota sulit untuk digerakkan.
- Tujuan organisasi harus diterima, tujuan pribadi dan organisasi dapat dicapai bersamaan. apabila tujuan orgranissi tidak atau kurang dapat diterima anggota, rasa keterikatan anggota akan hilang sehingga anggota sulit untuk digerakkan.
- Adanya kesatuan perintah, setiap bawahan mempunyai seorang atasan langsung yang memerintah, membimbing, memberi pedoman dan tempat bertanggung jawab.
- Adanya kesatuan arah, semua kegiatan, kemampuan, waktu, diarahkan untuk mencapai tujuan.
- Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab, wewenang lebih besar menyebabkan penyalah gunaan, tanggung jawab lebih besar menyebabkan kemacetan.
- Adanya pembagian tugas, kelompok berkapasitas tinggi dan berprakarsa besar diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang yang lebih besar.
- Adanya jaminan jabatan, pimpinan tidak sewenang-wenang memecat bawahan.
- Balas jasa setimpal dengan jasa yang diberikan, sesuai sifat pekerjaan, menjamin tingkat hidup yang normal.
- Struktur organisasi disusun sesederhana mungkin sesuai dengan kebutuhan.
- Pola dasar organisasi relatif permanen perubahan struktur tidak prinsipil.
- Penempatan orang sesuai dengan keahliannya (the right man in the right place)
UNSUR-UNSUR ORGANISASI
- Manusia (Man); Dalam suatu organisasi, manusia diibaratkan sebagai suatu personel yang terdiri dari suatu organisasi tersebut (pegawai) terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (non-management/workers). Dalam hal ini manajer menjadi pemimpin tiap-tiap divisi dalam suatu unit kerja yang dibagikan sesuai fungsi dan tugasnya, dan para pekerjanya. Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
- Kerjasama (team work); merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
- Tujuan Bersama; adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.
- Peralatan (equipment); Peralatan adalah segala sesuatu yang digunakan dan dibutuhkan dalam terbentuknya suatu organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.
- Lingkungan (environment); yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah :
- Kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya.
- Tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi.
- Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat yaitu; wilayah kegiatan, wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan.
- Kekayaan alam; yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll.
- Kerangka atau Konstruksi Mental
TEORI ORGANISASI
- Teori Organisasi Klasik
- Teori ini biasa disebut dengan
“teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai
1800-an (abad 19). Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga
yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta
memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung
kreatifitas.
Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin. - Definisi organisasi menurut teori tlasik: "Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain apabila orang bekerja sama". Teori organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal.
- Empat unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal:
- Sistem kegiatan yang terkoordinasi
- Kelompok orang
- Kerjasama
- Kekuasaan dan kepemimpinan
- Sedangkan menurut penganut teori klasik suatu organisasi tergantung pada empat kondisi pokok:
- Kekuasaan
- Saling melayani
- Doktrin
- Disiplin
- Sedangkan yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi formal adalah:
- Pembagian kerja (untuk koordinasi).
- Proses skalar dan fungsional (proses pertumbuhan vertical dan horizontal)
- Struktur (hubungan antar kegiatan).
- Rentang kendali (berapa banyak atasan bisa mengendalikan bawahan).
- Teori Klasik berkembang dalam tiga aliran:
- TEORI BIROKRASI
Dikemukakan oleh “MAX WEBER” dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”.
Karekteristik-karekteristik birokrasi menurut Max Weber: - Pembagian kerja
- Program rasional
- Sistem prosedur
- Hirarki wewenang
- Sistem aturan hak kewajiban
- Hubungan antar pribadi yang bersifat impersona
- TEORI ADMINISTRASI
Teori ini dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika.
Fayol membagi kegiatan industri menjadi 6 kelompok:- Kegiatan Komersil (Pembelian, Penjualan, Pertukaran)
- Kegiatan Teknikal (Produksi, Manufaktur, Adaptasi)
- Kegiatan Financial (penggunaan optimum modal)
- Kegiatan Keamanan
- Kegiatan Akuntansi
- Kegiatan Manajerial
- MANAJEMEN ILMIAH
Dikembangkan tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW TAYLOR). Definisi Manajemen Ilmiah:
“Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi” atau “Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja”.
F.W. TAYLOR menuangkan ide dalam tiga makalah: “Shop Management”, “The Principle Oif Scientific Management” dan “Testimony before the Special House Comitte”. Dari tiga makalah tersebut lahir sebuah buku “Scientific Management”.
Berkat jasa-jasa yang sampai sekarang konsepnya masih dipergunakan pada praktek manajemen modern maka F.W. TAYLOR dijuluki sebagai “BAPAK MANAJEMEN ILMIAH”.
Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor: - Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan.
- Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan.
- Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah perlu intregasikan.
- Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah.
- TEORI NEOKLASIK
Aliran yang berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan manusiawi”. Teori ini muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori merupakan penyempurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada “pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”.
Dalam pembagian kerja Neoklasik memandang perlunya:
- Partisipasi
- Perluasan kerja
- Manajemen bottom up
- TEORI MODERN
Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neokalsik. Teori organisasi modern melihat bahwa semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila ingin survive atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.
RANGKUMAN
- Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu orang-orang, kerjasama dan tujuan bersama-sama . Ketiga ketiga unsur tersebut saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan.
- Dari berbagai macam teori organisasi yang dikemukakan oleh para ahli, tiada satu pun yang memiliki kebenaran mutlak.
- Antara berbagai macam teori organisasi tersebut saling isi dan saling melengkapi.
Saturday, 6 October 2012
PENGERTIAN ORGANISASI
- Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), organisasi adalah :
- Kesatuan (susunan dsb) yg terdiri atas bagian-bagian (orang dsb) dl perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu.
- Kelompok kerja sama antara orang-orang yg diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
- Adapula definisi dari beberapa ahli yang dikutip artikel wikipedia.com tentang definisi organisasi:
- Menurut Keith Davis, organisasi pada dasarnya tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
- Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
- James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
- Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
- Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
- Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti "mengendalikan," terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti "tangan". Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
- Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen adalah :
- penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.
- pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.
Manajemen di semua bisnis dan kegiatan organisasi adalah tindakan membuat orang bersama-sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan tujuan menggunakan sumber daya yang tersedia secara efisien dan efektif. Manajemen adalah seni dan ilmu mendapatkan sesuatu melalui orang lain, umumnya dengan mengorganisasikan dan mengarahkan kegiatan mereka pada pekerjaan. - Menurut beberapa ahli:
- Menurut Marry Parker Follet, manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
- Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien.
- Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi” Management dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain.
- Menurut James A.F. Stonner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
- Secara garis besar, kita dapat menarik kesimpulan bahwa manajemen merupakan ilmu, seni maupun kegiatan mengatur, mengorganisasikan, mengawasi, mengontrol sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara bersama-sama untuk mencapai sasaran yang efektif dan efisien.
- Dengan manajemen dan organisasi, manusia dapat belajar mengatur dan mengorganisasikan segala sesuatu untuk merencanakan tahapan menuju pencapaian suatu tujuan yang terorganisir. Adapun fungsi yang dapat diambil dari manajemen, yakni:
- Belajar mengatur dan mengorganisasikan tujuan
- Menentukan tahap demi tahap yang terbaik untuk mencapai sasaran
- Membentuk pribadi yang teratur dan terorganisir
- Mencapai usaha secara efisien dan efektif
- Belajar bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama
- Menggali pengalaman berorganisasi dan memanajemen yang berguna untuk masa depan di dunia perkantoran maupun masyarakat
- Sinonim kata dari tata kerja adalah metode. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), metode adalah:
- Cara teratur yg digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yg ditentukan;
- Ling sikap sekelompok sarjana thd bahasa atau linguistik, msl metode preskriptif, dan komparatif.
- Prinsip dan praktik pengajaran bahasa, misal metode langsung dan metode terjemahan.
- Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa tata kerja berkaitan erat dengan manajemen. Untuk melaksanakan suatu manajemen, tata kerja diperlukan untuk mengatur kaidah dan metode yang dirancang sistematis untuk memudahkan manajemen.
- Manfaat hubungan tata kerja dan manajemen:
- Mengatur, mengolah, dan membuat sistem manajemen untuk mempermudah pekerjaan
- Mencegah terjadinya bentrok dalam sistem kerja
- Meminimalisasikan terjadinya kesalahan dalam sistem kerja manajemen
- Mempermudah koordinasi dan pengawasan tata kerja
- Hasil manajemen yang disertai tata kerja akan lebih efisien dan efektif
Telah dibahas sebelumnya tentang manajemen, organisasi serta tata kerja. Maka, kali ini akan dibahas apa hubungan timbal balik antara ketiga masalah tersebut?
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
- Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
- Organisasi : Alat atau wadah bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.
- Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dalam setiap organisasi pasti ada pembagian "jabatan" dari ketua, wakil, bendahara, sekretaris, seksi ini, seksi itu, dll. Untuk membentuk tingkat jabatan tersebut, biasanya diambil dengan cara voting, pengajuan diri, penunjukkan, dll. Hal ini dapat dikategorikan dalam awal mula tata kerja, dimana setelah penentuan jabatan, tentu diperlukan suatu rencana program kerja yang disusun sedemikian rupa.
Dengan tata kerja, dapat direncanakan tahap demi tahap sistemasi bagi masing-masing jabatan organisasi agar terencana, teratur, terata dan terorganisir. Tanpa sebuah tata kerja, organisasi tidak akan berjalan baik karena tata kerja merupakan sistem yang mengatur suatu organisasi. Sehingga tata kerja yang kurang baik dapat meruntuhkan manajemen dan organisasi. Adapula contoh tata kerja koperasi yakni pembagian jadwal piket, jadwal jaga, pembagian panitia acara besar, dll.
Adapula manajemen yang digunakan oleh organisasi dan tata kerja untuk mengatur, mengawasi, mengendalikan, "memotori", dan melaksanakan tugas secara efisien dan efekif untuk mencapai tujuan bersama. tanpa manajemen, sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan baik. Contoh manajemen dalam -misalnya- koperasi adalah pengecekkan dan pengawasan pengeluaran dan pemasukkan dana yang berputar dalam buku besar dan kas koperasi.
MENGAPA JURUSAN SITEM INFORMASI BELAJAR TENTANG "TEORI ORGANISASI UMUM"?
Organisasi di zaman modern ini adalah hal yang tidak asing lagi di kehidupan kita. Dari kalangan terdekat yang dapat kita temukan adalah Organisasi masyarakat yakni RT/RW. Namun untuk skala bisnis dan perusahaan, organisasi adalah objek yang wajib ditekuni bagi setiap "member" alias workers atau karyawan. Sebagian besar dari kita pasti ingin menjadi seseorang yang berjabatan tinggi dalam organisasi dunia perusahaan, karena semakin tinggi jabatannya, semakin besar pula penghasilannya.
Sistem Informasi adalah jurusan yang sangat luas dan acceptable bagi seluruh perusahaan di dunia, karena orang lain berpikir bahwa lulusan SI "pasti" biasa berkutat dan "ahli" dengan komputer, serta memahami segala aplikasi yang diperlukan dalam dunia perusahaan. Apalagi jurusan SI bisa dipastikan dapat memahami software-software berbasis informasi, akuntansi, manajemen, dll yang tentunya sangat dibutuhkan bagi perusahaan. Tidak heran bahwa lulusan SI banyak yang berlayar di dunia perusahaan ternama.
Oleh karena itu, agar nantinya lulusan SI dipandang baik, maka seluruh mahasiswa/i SI "dibekali" ilmu tentang organisasi secara umum agar tidak "kaget" bila mengarungi dunia organisasi bisnis dan perusahaan di masa depan. Apalagi perusahaan di mana pun, memerlukan sesorang yang mampu berbaur dan beadaptasi serta ulet dalam dunia organisasi. Hal ini pula diperlukan agar nantinya diharapkan bagi lulusan SI dapat menjadi petinggi bahkan pemimpin sebuah perusahaan ternama dan mengharumkan nama jurusan serta Univeritas Gunadarma.
RANGKUMAN
- Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam arti dinamis.
- Terdapat hubungan yang erat antara manajemen, organisasi dan metode (tata kerja).
- Manajemen, organisasi dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien.
REFERENSI
- http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
- http://carapedia.com/pengertian_definisi_manajemen_menurut_para_ahli_info404.html
- http://kbbi.web.id/
- http://she2008.wordpress.com/2010/01/17/hubungan-timbal-balik-antara-manajemen-organisasi-dan-tata-kerja/
Subscribe to:
Posts
(Atom)
















